Menikmati Sore di Manyar

Sore yang baru reda hujannya, meja-meja kayu di teras
Sore yang baru reda hujannya, meja-meja kayu di teras

Sore itu hujan baru aja reda pas aku sampai. Uap dari grinder masih ngepul, dan meja-meja kayu di teras masih basah sisa gerimis. Tempatnya kecil โ€” tapi anehnya nggak bikin sempit.

Kesan pertama

Ruangannya lebih kecil dari yang keliatan di foto, dan justru itu yang bikin nyaman. Jarak antar meja cukup lega jadi obrolan meja sebelah nggak kedengeran, dan suara biji kopi digiling malah nyatu sama suasana โ€” bukan ngeganggu.

Cahaya sore yang ngurusin hampir semua dekorasinya.
Cahaya sore yang ngurusin hampir semua dekorasinya.

Beberapa hal yang langsung kerasa:

  • Tata letak yang menghargai kamu. Jarak antar meja beneran lega, bukan dempet-dempetan.
  • Colokan di mana-mana โ€” jelas mereka ngarep orang betah lama.
  • Nggak ada musik yang berisik. Cuma suara ruangan yang kalem.

Kopinya

Aku pesan satu single-origin manual brew sama satu es kopi susu. Manual brew-nya bersih, ada sedikit rasa fruity pas udah agak dingin [1]. Es kopi susunya lebih ke seimbang โ€” nggak terlalu manis, cocok buat yang baru mulai suka kopi susu.

Single-origin manual brew, diambil dari dekat
Single-origin manual brew, diambil dari dekat

Kalau harus dirangkum: ini bukan tempat buat cari konten. Ini tempat yang kamu datengin pas beneran pengen kelarin sesuatu.

Resep seduhnya, kira-kira

Kalau mau ngejar rasa bersih tadi di rumah, kira-kira segini setelan mereka โ€” mainin grind lebih halus kalau rasanya kelewat encer:

beans:  15 g, medium-coarse
water:  250 g, ~92 ยฐC
ratio:  1:16
bloom:  30 s  (biarin napas dulu)
total:  ~2:45

Singkatnya, itu rasio 1:16 โ€” satu gram kopi buat enam belas gram air.

Kenapa rasio itu penting: extraction yield โ€” seberapa banyak isi biji yang beneran nyampe ke cangkir โ€” rumusnya cuma EY=TDS×mminumanmkopi, dan sweet spot yang biasanya dikejar barista ada di:

EY18% โ€“ 22%

Di bawah itu rasanya encer; di atasnya, pahit. Seduhan mereka pas di tengah-tengah.

Harganya

Harganya jujur buat ukuran daerah situ โ€” mulai Rp 20k, dan nggak ada yang berasa lagi bayar mahal cuma buat estetika.

MenuHarga
Single-origin brewRp 35k
Es kopi susuRp 28k
Kue sus cokelatRp 20k

Lokasinya

Info tambahan

Info praktis (jam buka, wifi, parkir)
  • Jam buka: 08.00โ€“22.00 tiap hari
  • Wifi: ada, passwordnya di struk
  • Parkir: cuma di pinggir jalan, lebih gampang setelah hujan sore reda
  • Waktu terbaik: sore hari kerja โ€” paling sepi, dan cahayanya bagus

Kesimpulan

Overall aku kasih 4.62 dari 5 buat Kopi Manyar, dikunjungi 25 Juli 2026. Cocok banget kalau kamu lagi nyari tempat yang single-origin, work-friendly, dan outdoor-seating.

Tenang buat kerja sore, kopinya solid, harga wajar. Bakal balik lagi sih โ€” mungkin pas hujan sore lagi, soalnya kayaknya tempat ini paling enak justru pas lagi mendung.

Buat jalan-jalan lengkapnya, cek reel-nya.


[1] "Fruity" di sini maksudnya ada sentuhan rasa berry/citrus tipis pas kopinya mendingin โ€” bukan rasa manis. Biji single-origin lebih nunjukin ini dibanding blend.